Seni dan Simbolisme Budaya Masyarakat Kerinci dalam Batik Incung: Perspektif Sejarah

  • Nandia Pitri Universitas Andalas
  • Herwandi Herwandi Universitas Andalas
  • Lindayanti Lindayanti Universitas Andalas
Keywords: Art, Cultural Symbols, Batik, Incung, Kerinci

Abstract

This study revealed the phenomenon of incung batik as an art and cultural symbolism of the Kerinci community. The symbol on batik illustrates a community identity that is a non-verbal communication tool carried out by humans. The method used in this research is the method of historical research using the cultural approach and incung batik as its medium. The results showed that Kerinci was an area that was unique in developing batik motifs using the incung script (ancient Kerinci script). This is a cultural symbol for the people of Kerinci because they are able to develop ancient scripts by making it a batik motif. The art for the Kerinci community in batik is because the community can make batik with the development of incung batik and in the Kerinci community there is also a tradition of using batik cloth at weddings. Thus, batik usage in the Kerinci community has been going on since the past.

Author Biographies

Nandia Pitri, Universitas Andalas

Program Studi Magister Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya

Herwandi Herwandi, Universitas Andalas

Program Studi Magister Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya

Lindayanti Lindayanti, Universitas Andalas

Program Studi Magister Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya

References

Abdullah, I. (2006). Konstruksi dan Reproduksi Kebudayaan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Adhanita, S. (2013). Pengembangan Batik Jambi Motif Sungai Penuh sebagai Bentuk Kontribusi pada Pembangunan. Jurnal Pembangunan Wilayah & Kota, 9(4), 381-392. https://doi.org/10.14710/pwk.v9i4.6676

Alimin. (2003). Sastra Incung Kerinci. Sungaipenuh: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kerinci.

Darmaputri, G. L. (2010). Representasi Identitas Kultural dalam Simbol-simbol pada Batik Tradisional dan Kontemporer. Commonline Departemen Komunikasi, 4(2), 48–55. Retrieved from http://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-comme47cb0d25bfull.pdf

Erni. (2018, September 20). Wawancara Proses Pembuatan Batik Incung. (N. Pitri, Pewawancara)

Esten, M. (1999). Kajian Transformasi Budaya. Bandung: Angkasa.

Gottschalk, L. (2007). Mengerti Sejarah. Yogyakarta: UI Press.

Hamzuri. (1981). Batik Klasik. Jakarta: Djambatan.

Hasvia. (2009, September 11). Wako Sungai Penuh Jani Kembangkan Batik Kerinci. Jambi Raya.

Herlinawati, L. (2012). Batik Ciamisan di Imbanagara Kabupaten Ciamis (Sebuah Kajian Nilai Budaya). Patanjala: Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya, 4(3), 446–466. http://dx.doi.org/10.30959/patanjala.v4i3.158

Herwandi. (2016). The Industry and Art History of Batik in West Sumatera. In 10th International Conference on Malaysia-Indonesia Relations (PAHMI 10) (pp. 17-35).

Indarmaji. (1983). Seni Kerajinan Batik. Yogyakarta: Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kebudayaan, D. P. (1984). Tambo Sakti Alam Kerinci. Jakarta: Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah.

Kebudayaan, D. P. (2003). Sastra Incung Kerinci. Sungaipenuh: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Kompas. (1994, Maret 13). Ida Maryanti: Memindahkan ‘Encong’ dan Kerinci ke atas Kain Mori. Kompas.

Kozok, U. (2006). Kitab Undang-Undang Tanjung Tanah: Naskah Melayu yang Tertua. Jakarta: Yayasan Obor.

Liliweri, A. (2003). Makna Budaya dalam Komunikasi Antar Budaya. Yogyakarta: LKiS.

Mubarat, H. (2015). Aksara Incung Kerinci sebagai Sumber Ide Penciptaan Seni Kriya. Ekspresi Seni: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni, 17(2), 165–179. http://dx.doi.org/10.26887/ekse.v17i2.101

Musman, A., & Arini, A. B. (2011). Batik: Warisan Adiluhung Nusantara. Yogyakarta: Andi.

Parmono, K. (1995). Simbolisme Batik Tradisional. Jurnal Filsafat, 23, 28–35. https://doi.org/10.22146/jf.31609

Ramadani, Y. (2015). Nilai Budaya dalam Tradisi Bapenteh pada Masyarakat Hiang Kecamatan Sitinjau Laut Kabupaten Kerinci. Jurnal Sosial dan Humaniora, 1(2), 1–17. Retrieved from https://ejournal.kopertis10.or.id/index.php/soshum/article/download/134/62

Ramli, T., & Ayu, Y. (2005). Biografi Mayjen H. A. Thalib (1918-1973): Perjuangan dari Bumi Sakti Alam Kerinci. Padang: Yayasan Citra Budaya Indonesia.

Rusli, M. (1999, Juni). Karang Setio Batik Kerinci yang Tetap Eksis. Jambi Ekspres.

Safta. (1984). Tambo Sakti Alam Kerinci. Jakarta: Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah.

Samri. (2019, Januari 12). Wawancara. (N. Pitri, Pewawancara)

Vrihaspathi, B. J., & Ekaputra. (2013). Senarai Sejarah Kebudayaan Suku Kerinci. Jambi: Bina Potensia Aditya Mahatva Yodha Kota Sungaipenuh dan Kabupaten Kerinci.

Zakaria, I. (1985). Tambo Sakti Alam Kerinci 3. Sungai Penuh: Pemerintah Kabupaten Kerinci.

Published
2020-01-31
How to Cite
Pitri, N., Herwandi, H., & Lindayanti, L. (2020). Seni dan Simbolisme Budaya Masyarakat Kerinci dalam Batik Incung: Perspektif Sejarah. Galanggang Sejarah, 2(1), 35-55. https://doi.org/10.5281/zenodo.3833131