Dilema Taman Nasional Kerinci Seblat di Desa Giri Mulyo Tahun 1999-2017

  • Teti Rulia Universitas Negeri Padang
  • Zul Asri Universitas Negeri Padang
Keywords: Taman Nasional Kerinci Seblat, Pembukaan Lahan, Kebijakan, Sejarah Agraria

Abstract

Artikel ini membahas tentang kebijakan yang dilaksanakan oleh pengelola TNKS untuk mengatasi lahan kritis yang digunakan oleh masyarakat untuk kegiatan pertanian dan perkembangan TNKS dalam perspektif historis. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kebijakan yang diterapkan untuk mengatasi permasalahan yang ada dalam TNKS terutama TNKS dengan Desa Giri Mulyo di Kayu Aro Barat Kerinci, Menjelaskan perkembangan TNKS setelah digunakan oleh masyarakat Desa Giri Mulyo. Metode yang digunakan adalah metode sejarah, dengan tahapan, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian, maka temuan penelitian ini adalah adanya kebijakan dari pengelola TNKS yaitu Forest Program II, dimana kebijakan ini merupakan penanaman kembali lahan-lahan yang telah dipakai oleh masyarakat Desa Giri Mulyo dan membantu masyarakat dalam memajukan perekonomian sehingga tidak terlalu berpatokah terhadap pertanian. Pengelola membiarkan untuk sementara masyarakat yang sudah terlanjur berladang didalam wilayah TNKS sampai pohon-pohon yang sudah ditanam kembali mulai besar untuk menutupi lahan yang kritis. Pengelola membentuk 2 kelompok tani untuk memberikan bantuan agar masyarakat tidak menggarap di lahan TNKS lagi dan pengelola TNKS serta masyarakat Desa Giri Mulyo bekerja sama dalam menjaga kelestarian Taman Nasional kerinci Seblat.

Published
2019-04-30
How to Cite
Rulia, T., & Asri, Z. (2019). Dilema Taman Nasional Kerinci Seblat di Desa Giri Mulyo Tahun 1999-2017. Galanggang Sejarah, 1(2), 315-327. Retrieved from http://ejournal.pamaaksara.org/index.php/gs/article/view/43