Dinamika Tarekat Syatariyah di Pariangan 1970-2000

  • Randa Randa Universitas Negeri Padang
  • Siti Fatimah Universitas Negeri Padang
Keywords: Sejarah, Tarekat Syatariyah, Guru, Perkembangan

Abstract

Penelitian ini membahas tentang sejarah perkembangan salah salah satu tarekat yang cukup besar di Minangkabau, khususnya di Pariangan, yaitu Tarekat Syatariyah pada tahun 1970-2000 M. Tarekat Syatariyah Pariangan memilki tiga orang guru dalam perkembangannya, yaitu Salih Pakiah Bungsu, Jalal Tuanku Imam dan Ahmad Datuak Pamulu Sati. Di antara ketiga orang guru tersebut Ahmad Datuak Pamulu Sati merupakan guru yang mengantarkan Tarekat Syatariyah pada puncak perkembangannya. Kehadiran Tarekat Syatariyah di Pariangan memberikan pengaruh terhadap kehidupan masyarakat baik dari segi adat, pendidikan maupun sosial dan budaya. Penelitian ini menggunakan metode yang terdiri dari empat langkah, yaitu heuristik, kriktik sumber, interpretasi dan historiografi. Metode ini menggunakan beberapa data sejarah dan wawancara dengan beberapa orang narasumber yang terkait dengan Tarekat Syatariyah di Pariangan. Mereka adalah kalangan keluarga guru, tokoh masyarakat serta masyarakat yang pernah terlibat di dalamnya.

References

Abdullah, G. R. (2017). Spiritualisme dalam Tarekat Syatariyah (Studi terhadap Persfektif Syekh H. Ali Imran Hasan Ringan-ringan). In 3rd International Conference on Islamiyyat Studies (IRSYAD2017) (Vol. 3, pp. 298–306).
Andri, W. (2012). Pengobatan Tradisional dalam Naskah Kuno Koleksi Surau Tarekat Syattariyah di Pariangan. Wacana Etnik Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 3(1). Retrieved from http://wacanaetnik.fib.unand.ac.id/index.php/wacanaetnik/article/view/27/37
Dhofier, Z. (2011). Tradisi Pesantren: Studi tentang Pandangan Hidup Kyai. Jakarta: LP3ES.
Ela. (2019). Wawancara. Pariangan.
Elma. (2019). Wawancara. Pariangan.
Fadhil, A. (2007). Transformasi Pendidikan Islam di Minangkabau. Jurnal Sejarah Lontar, 4(2), 42–56. Retrieved from http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/lontar/article/view/2385
Faslah, R. (2016). Corak Neo-Sufisme Ulama Tarekat Syatariyah: Studi Jaringan Ulama Nusantara Abad Ke-17. At-Turās: Jurnal Studi Keislaman, 3(2), 143–159. Retrieved from https://ejournal.unuja.ac.id/index.php/at-turas/article/download/186/150
Fathurahman, O. (2008). Tarekat Syattariyah di Minangkabau: Teks dan Konteks. Jakarta: renada Media Group, École française d’Extrême-Orient, Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta, dan KITLV.
Gottschalk, L. (2008). Mengerti Sejarah. Jakarta: UI Press.
Hadler, J. (2008). Sengketa Tiada Putus: Matriarkat, Reformisme Agama, dan. Kolonialisme di Minangkabau. Jakarta: Freedom Institute. Retrieved from http://sseas.berkeley.edu/sites/default/files/faculty/files/hadlersengketa.pdf
Ilyas, A. F. (2017). Syekh Ahmad Khatib Minangkabau dan Polemik Tarekat Naqsyabandiyah di Nusantara. Journal of Contemporary Islam and Muslim Societies, 1(1), 86–112. https://doi.org/10.30821/jcims.v1i1.1008
Irwan. (2010). Analisis Historis Filologis terhadap Peranan Ulama Tarekat dalam Membina Kerukunan Umat Beragama: Studi Kasus di Nagari Pariangan. Batusangkar: P3M STAIN Batusangkar.
Irwan. (2019). Wawancara. Batusangkar.
Ismed, T. (2019). Wawancara. Bukittinggi.
Mangguang, A. (2019). Wawancara. Pariangan.
Mangkuto, J. D. (2019). Wawancara. Pariangan.
Nasrullah, N. (2016). Respons dan Tantangan Kaum Tua Atas Kritik Kaum Muda terhadap Tarekat di Minangkabau Awal Abad 20. ’Anil Islam: Jurnal Kebudayaan dan Ilmu Keislaman, 9(2), 211–246. Retrieved from http://jurnal.instika.ac.id/index.php/AnilIslam/article/view/15
Nasrullah, N. (2017). Mempertahankan Tradisi Tasawuf: Tafsir Tekstual dan Kontekstual Tarekat Menurut Kaum Tua di Minangkabau. Jurnal Syahadah, 5(2), 27–59. https://doi.org/10.32520/SYHD.V5I2.185
Nur, M. (1991). Gerakan Kaum Sufi di Minangkabau Awal Abad ke-20. Universitas Gajah Mada.
Pramono, P. (2009). Teks dan Konteks Kepemimpinan Kaum Tua dalam Naskah-Naskah Tarekat Syattariyah di Minangkabau. HUNAFA: Jurnal Studia Islamika, 6(1), 1–16. https://doi.org/10.24239/jsi.v6i1.115.1-16
Sefriyono, S., & Mukhibat, M. (2018). Preventing Religious Radicalism Based on Local Wisdom: Interrelation of Tarekat, Adat, and Local Authority in Padang Pariaman, West Sumatera, Indonesia. SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial Dan Kemanusiaan, 11(1), 1–18. Retrieved from http://journals.mindamas.com/index.php/sosiohumanika/article/download/999/896
Sjafril, A. (2019). Alam Minangkabau: Islamisasi dalam Empat Babak (Makalah). Jakarta. Retrieved from https://www.academia.edu/38323883/Alam_Minangkabau_Islamisasi_dalam_Empat_Babak
Tampang, M. D. (2019). Wawancara. Pariangan.
Tarihoran, A. S. (2015). “Maliek Bulan” Sebuah Tradisi Lokal Pengikut Tarekat Syatttariah di Koto Tuo Agam. Islam Realitas: Journal of Islamic & Social Studies, 1(1), 35–44. Retrieved from https://ejournal.iainbukittinggi.ac.id/index.php/Islam_realitas/article/download/10/5
Wahyuni, Y. S. (2018). Nazam Qusyasyi (Tarekat Syattariyah Ulakan): Suntingan Teks dan Analisis Isi. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains dan Teknologi, 12(3), 17–28. Retrieved from http://eprints.ummi.ac.id/767/1/3. Jurnal Penelitian Yuyun 2018_17-28.pdf
Witrianto, W. (2018). Agama Islam di Minangkabau. Padang. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
Yuwono, S. (1995). Arsitektur Tradisional: Masjid Sumatra Barat. Kebudayaan, 18.
Zulkardi. (2019). Wawancara. Pariangan.
Published
2019-07-31
How to Cite
Randa, R., & Fatimah, S. (2019). Dinamika Tarekat Syatariyah di Pariangan 1970-2000. Galanggang Sejarah, 1(3), 348-360. https://doi.org/10.5281/zenodo.3514324