Adat Pernikahan di Minangkabau Tahun 1900-an dalam Dua Karya Marah Rusli

Tinjauan Historiografi

  • Debby Atria Universitas Negeri Padang
  • Etmi Hardi Universitas Negeri Padang
Keywords: Historiografi, Adat Pernikahan, Minangkabau, Marah Rusli, Karya Sastra

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan adat pernikahan di Minangkabau pada tahun 1900-an dalam novel “Sitti Nurabaya” dan “Memang Jodoh”, karya Marah Rusli. Penolakan Marah Rusli terhadap adatnya mengenai pernikahan yang tidak sesuai oleh perkembangan zaman menjadi titik tumpu permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan Historiografi. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kepustakaan dengan pedekatan kualitatif, dan menggunakan analisis isi untuk menginterpretasikan karya-karya Marah Rusli yang berupa novel. Banyak terdapat kesesuaian antara isi novel dengan adat-stiadat yang berlaku pada tahun 1900-an. Kesesuain tersebut dilihat dari bahan bacaan yang membahas tentang adat-istiadat Minangkabau. Selain itu, adanya penyimpangan-penyimpangan peraturan adat yang tidak sesuai dengan tambo Minangkabau itu sendiri.

References

Amir M.S. (2007). Adat Minangkabau Pola dan Tujuan Hidup Orang Minang. Jakarta: Citra Harta Prima.

Fatimah, S. (2015). Aspek Sosial Novel Memang Jodoh Karya Marah Rusli. Universitas Jember.

Fithriah, R. (2010). A.A. Navis dan Karyanya: Suatu Studi Historiografi mengenai Perkembangan Perilaku Hidup Beragama Masyarakat Minangkabau. Universitas Negeri Padang.

Hazari, M. (2015). Kekeliruan Pemahaman Hubungan Adat dengan Syarak di Minangkabau. Jakarta: Gria Media Prima.

Hudaya, F., Zed, M., & Hardi, E. (2019). Tinjauan Historiografi Tentang Kekerasan di Timor Timur (1976-1999) dalam Sastra Indonesia: Saksi Mata. Galanggang Sejarah, 1(1), 118–140. https://doi.org/10.5281/zenodo.2678095

Jassin, H. B. (1983). Sastra Indonesia sebagai Warga Sastra Dunia. Jakarta: Gramedia.

Krippendorff, K. (1993). Analisis Isi: Pengantar Teori dan Metodologi. Jakarta: Citra Niaga Rajawali Pers.

Muftia, V. R. (2018). Gambaran Materialistik Suku Bangsa Minangkabau: Sebuah Studi Historiografi Lewat Karya Hamka (Novel Tenggelamnya Kapal Van der Wijck dan Merantau ke Deli). Universitas Negeri Padang.

Putiah, H. J. D. T. N. (2010). Mambangkik Batang Tarandam dalam Upaya Mewariskan dan Melestarikan Adat Minangkabau Menghadapi Modernisasi Kehidupan Bangsa. Bandung: Citra Umbara.

Roesli, R. (2015). Kata Pengantar. In Memang Jodoh. Bandung: Qanita.

Rusli, M. (2008). Sitti Nurbaya. Jakarta: Balai Pustaka.

Rusli, M. (2015). Memang Jodoh. Bandung: Qanita.

Semi, M. A. (1993). Metode Penelitian Sastra. Bandung.

Teeuw, A. (1980). Sastra Baru Indonesia I. Flores: Nusa Indah.

Zed, M. (1984). Pengantar Studi Historiografi. Padang: P3T Unand.

Zed, M. (1999). Esensi dan Eksistensi dan kedudukan Sastra sebagai Sumber Sejarah. Humanus, 1(2).

Zed, M. (2008). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Published
2019-07-31
How to Cite
Atria, D., & Hardi, E. (2019). Adat Pernikahan di Minangkabau Tahun 1900-an dalam Dua Karya Marah Rusli. Galanggang Sejarah, 1(3), 394-407. https://doi.org/10.5281/zenodo.3515207

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>